Rabu, 09 Februari 2011

Pentingnya Memahami Arti Tampilan yang "Mudah", Bukan Sekedar "Simple"


Terkadang saat membangun sebuah produk, baik atasan maupun permintaan dari klien, sering sekali kita dengar kata “aplikasi ini harus mudah digunakan”. Mudah digunakan oleh siapa? Kata mudah disini menjadi sebuah variable yang harus terukur. Dari kasus ini ada dua hal yang perlu kita mengerti, yakni disain dan dekorasi. Saya bukan seorang arsitek atau ahli disain yang mengerti perbedaan kedua hal ini. Tapi kalau kita mengambil arti secara harfiah kedua kata ini adalah desain berarti sebuah rancangan atau pola, sedangkan dekorasi merupakan hiasan yang sifatnya sementara tarhadap sebuah benda. Kita sering sekali salah kaprah dengan arti desain produk kita tidak baik, karena user menjadi kesusahan dalam memakainya. Sedangkan kembali lagi kepada pengertian disain sendiri adalah motif atau pola. Yang tidak baik bukan disainnya tetapi dekorasi.

Sebuah produk yang baik adalah produk yang memiliki disain maupun dekorasi yang baik. Menurut saya kata simple dalam kata produk itu menjadi hal yang abstrak. Simple atau Easy? Tentu saja kedua kata tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Menurut saya dalam sebuah produk baik disainnya maupun dekorasinya harus mampu membantu user dalam memakai produk tersebut. Yang di maksud disini adalah, produk terutama software harus memiliki disain maupun dekorasi yang mampu mengarahkan user, sehingga penggunaan aplikasi/ system menjadi lebih mudah.

Apa yang saya mengerti sebagai disain?

Dekorasi dan disain adalah sesuatu hal yang menurut saya berbeda. Bagaimana contohnya? Seorang analis system sudah seharusnya mengerti siapa calon pengguna system tersebut, baik dari faktor: SDM, Manajemen (aturan dsb), maupun Teknologinya (ICT). Dari segi SDM dapat sedikit saya contohkan bahwa seorang analisis sistem harus mengerti siapa penggunanya, baik dari usia, kebiasaan, maupun pendidikan dari penggunanya. Dari sisi manajemen juga harus dipahami bisnis proses maupun aturan. Aturan yang dimaksud adalah bahwa ada aturan yang sifatnya terstruktur, juga ada aturan yang sifatnya tidak terstruktur(insidensial). Sedangkan dari sisi ICT harus diketahui kemampuan klien dalam menyediakan sarana ICT. Sebagai contoh tidak ada gunanya membeli sistem yang besar namun user hanya memiliki beberapa buah komputer dengan spesifikasi rendah. Dari penjabaran diatas inilah yang saya sebut dengan disain.

Berikutnya Dekorasi??

Dalam pemasaran produk, apabila produk kita masih menjadi produk yang belum banyak dipakai konsumen, maka tidak ada salahnya kita sedikit meniru tampilan dari produk yang sudah banyak dipakai konsumen. Hal ini saya rasa baik untuk menekan switching cost ketika konsumen mulai melirik produk kita. Sebagai contoh, kita dapat membuat software spread sheet yang hampir mirip dengan Microsoft Excel yang sedikit diberi kostumasi. Dengan pewarnaan yang hapir mirip, peletakan menu dsb. Warna, Letak, dsbnya inilah yang saya sebut dengan dekorasi.

Apa manfaatnya kita mengerti disain dan dekorasi?

Dari penjelasan diatas sedikit saya bahas mengenai switching cost, saya akan memberi sebuah ilustrasi. Katakan anda adalah seorang Microsoft Windows OS user, suatu ketika anda harus memakai Mac Os. dalam fase ini anda mengalami sebuah switching cost berupa penggunaan Os. Coba kita cermati perbedaan kedua Os ini yang dapat membuat kita kesuliatan saat pertamakali memakai Mac. selain fungsionalitas, tentu inerface(dekorasi sistem) kedua Os tersebut sangat berbeda. Karena adanya switching cost(termasuk dekorasinya) konsumen sudah masuk dalam lingkaran lock-in. Ketika User telah ter "lock-in" maka kemungkinan orang tersebut berpindah produk akan menjadi semakin rendah. Dari sinilah gambaran yang akan saya perlihatkan bahwa dekorasi sangat berpengaruh dalam selling poin sebuah produk.

Sebuah software adalah produk informasi yang artinya mahal dalam fase produksi namun murah dalam fase re-produksi. Desain adalah sesuatu yang Anda hanya perlu membayar sekali untuk produk Anda. Ini adalah bagian dari fix cost dalam persamaan, bukan biaya variabel. Tapi itu menambah nilai setiap unit yang dijual. Thomas C. Gale, Chrysler desainer terkenal mobil yang pensiun pada tahun 2001, dia mengatakan bahwa "Rancangan yang baik menambah nilai lebih cepat daripada menambah biaya."Saya dapat menggambarkan bahwa pentingnya disain maupun dekorasi adalah sebagai berikut. Tidak semua orang menyukai warna merah seperti saya. Namun tidak sedikit orang yang suka dengan warna merah. Bayangkan apabila produk kita hanya memiliki 1 warna. Bayangkan juga apabila produk kita memiliki lebih dari 1 warna. Kira-kira kemungkinan produk kita akan terjual ketika hanya memiliki 1 jenis warna lebih besar atau lebih kecil dari pada ketika memiliki lebih dari 1 jenis warna?

Lalu sebaiknya berapa versi yang harus dibuat?

Carl Shapiro dan Hal R. Varian dalam bukunya yang berjudul information rules mengatakan bahwa 1 jenis versi dalam sebuah produk itu terlalu sedikit, tapi 10 jenis itu terlalu banyak. Yang perlu diperhatikan adalah menganalisis produk kita dan tentunya menganalisis pasar yang ada. Carl dan Hal juga menulis bahwa jika kita kesusahan mentukan jumlah versi sebaiknya kita memilih 3 jenis. Tulisan mengenai versioning ini akan saya lanjutkan pada artikel yang lain.

Pada penjelasan diatas sangat perlu disadari bahwa dekorasi maupun disain lebih baik memiliki beberapa jenis. Sebagai contoh, apabila kita memiliki 3 buah versi dalam 1 produk yang sama, anggap saja seperti ilustrasi berikut:

versi 1 dekorasinya belum begitu baik dijual dengan harga murah, versi 2 dekorasi sudah baik dan dijual dengan harga sedikit mahal, dan versi 3 dekorasi sangat baik dan dijual dengan harga sangat mahal. Apabila anda orang yang akan membeli system dengan kemampuan financial terbatas tentu anda akan memilih versi 2. Namun, tentu saja sangat mungkin orang yang melihat produk kita dilandasi dengan kebutuhan akan tanpa ragu membeli versi 3. Bayangkan berapa keuntungan yang dapat diperoleh hanya karena perbedaan dekorasi. Namun, jika kita hanya memiliki 1 jenis versi, maka pilihan konsumen hanya iya atau tidak.

Dari ilustrasi diatas dapat saya simpulkan bahwa disain maupun dekorasi berperan penting dalam penjualan produk kita. Produk yang baik adalah produk yang memiliki dekorasi yang mudah untuk digunakan, bukan sekedar simple.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar